Postingan

Menampilkan postingan dengan label adventure

Badut Jalanan

Gambar
Apa yang kamu pikirkan ketika melewati badut di perempatan lampu merah di bawah terik matahari? I guess , lebih banyak orang memilih untuk melewatinya begitu saja. Well , bagi saya, badut itu lucu dan menggemaskan, asal wajahnya tidak seperti badut McDonald's, saya memiliki trauma masa kecil dengan badut itu.  Kemarin, ketika melewati perempatan lampu merah ke arah parung dan yasmin bogor, saya melewati badut berwajah mickey mouse. Biasanya, saya hanya melewatinya dengan melemparkan senyuman saya atau dengan tambahan sedikit tawa melihat gerakannya menari. Tapi siang itu, kelucuan badut mickey berbuah iba pada saya. Tiba-tiba saja terlintas dalam pikiran saya bagaimana sulitnya Ia mencari nafkah di siang ini, dengan cuaca yang panas dan kostum yang membuat pengap, sungguh iba melihatnya hanya berkeliling di sekitar perempatan. Ah, apa salahnya memberikan sebagian rejeki pada orang2 seperti ini? Lihat, berapa banyak anak kecil yang menangis di jalan lalu terdiam seketika lalu ...

Story of #FamGathHore 1: ABC 5 Dasar (selesai)

Gambar
Masih ingat dengan adegan lari-larian mengejar kereta api menuju Sukabumi, gengs? Yap! Kejadian itu kita lupakan saja di postingan saya yang sudah lalu (Lebih tepatnya setahun yang lalu :D). Sekarang kita harus move on  menuju cerita selanjutnya, yang lebih menantang, lebih Hore-hore! :D (Tapi kalau penasaran dan belum baca cerita sebelumnya, bisa klik di sini ) Ini tentang cerita satu tahun yang lalu.... Ketika kereta sedang menikmati perjalanannya, saya sama sekali belum merasakan nikmatnya (kecuali perasaan lega sudah masuk di dalam kereta). Saya kepikiran septian! Gimana sih ini bocah? Udah bayar tiket mahal-mahal malah ga datang -_-". Tapi seketika perasaan saya membaik saat melihat seorang bayi berusia sekitar 10 bulan di seberang saya. Wajahnya imut dan lucu. Saya yang duduk bersebelahan dengan Arin dan Najmi yang duduk di dekat bayi itu serta merta menyapanya, " waaah, adik lucuuu.. siapa namanya?"  dan sederetan sapaan yang biasa dilontarkan kakak-kakak cap...

Story of #FamGathHore 1: Mengejar Paledang

Gambar
"Gengs, besok kita berangkat kalo bisa jam setengah 6 yak. Kumpul di pangkot aja yak. Yg bisa barengan dr dramaga siapa?" Sengaja aku kirim lagi sms itu sebagai  reminder  pada teman-teman FIM Bogor yang akan mengikuti  family gathering  1 di rumah Shafira, di Sukabumi. Alasannya jelas. Kami akan menaiki kereta. Dan kereta selalu tepat waktu, tak akan menunggu. Jarak dari kampus dalam menuju Stasiun Paledang cukup jauh dan melewati "jalur-jalur setan" alias rawan macet. Oleh karena itu, aku harus mewanti-wanti mereka agar tidak terlambat, karena kami akan menaiki kereta yang berangkat paling awal, jam 7 pagi. Gi, naik motor? Ya ka. Bagus lg ambil dompet dulu di Al-Fath DEG! JENGJENG! Selamat! Anda berhasil membuat saya panik! Membaca balasan sms Gugi membuatku panik sejenak. Yakali, ini udah jam 5.45!  It means  15 menit lagi jam 6! Aku sudah membayangkan berbagai macam kemungkinan dan proses menuju stasiun. Kalau berangkat jam 6 dari rumbel, mungkin...

A Gift on November 2011

Gambar
“Utlubul ‘ilma walau fissin” China, siapa tak kenal dia? Kata mutiara di atas kerap kali terdengar manakala seseorang memiliki impian besar menempa ilmu di rantauan. Negeri Panda ini memiliki kenangan khusus bagi saya pada Bulan November 2011 lalu. Alhamdulillah, Allah memberi saya kesempatan mengunjungi negara ini, tepatnya di ibukota Beijing selama seminggu. Bermula dari keikutsertaan saya di organisasi kehutanan Internasional, IFSA Lc IPB. Saat itu, FAO serta sejumlah organisasi dan lembaga kehutanan Internasional akan mengadakan APFW (Asia-Pacific Forestry Week) yang kedua di Beijing dengan tema "New Challenges New Opportunities". Ternyata IFSA (International Forestry Students’ Association) sebagai satu-satunya organisasi pemuda kehutanan di dunia juga diikutsertakan untuk meramaikan kegiatan ini dan bersama-sama merumuskan langkah-langkah solutif yang akan ditempuh untuk melestarikan hutan dunia. IFSA pusat pun meminta delegasi kepada setiap Local Committee (Lc) t...

Not 5 cm, but 3428 mdpl (Mt. Slamet expedition)

Gambar
            Hei, this is not about 5 cm in front of your face or in front of your head! But this is about 3428 mdpl high . Perjalanan panjang, melelahkan dan luar biasa bahagia untuk mencapai puncak!             Agenda ini bermula dari ajakan temanku, sebut saja namanya Imam (emang Imam :D). Dia mengajak aku untuk mendaki gunung Slamet, setelah sebelumnya dia juga berhasil membawaku mendaki gunung Gede. Awalnya aku masih bertanya-tanya, hah? Slamet? Dimana tuh? Maklum, aku belum terlalu tau banyak nama-nama gunung di Indonesia. Dan ternyata, selidik punya selidik, gunung Slamet ini adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah dan nomor 2 setelah gunung Semeru. Berbekal kepercayaan penuh padanya, aku pun memberanikan diri menerima tawarannya kembali. Believe me or not, banyak banget yang mikir kalo gue naik gunung terinspirasi dari film 5cm. I said, no! Jangankan filmnya, ba...